Penyebab Sakit Liver

Penyebab Sakit Liver – Dari segi gizi, penyakit hati timbul karena seseorang banyak makan-makana yang sudah diolah dan anorganis serta makanan berkanji kental, gula, lemak dan daging. BIar, anggur dan minuman keras lainnya turut berperan sebagai penyebab penyakit hati/liver. Tubuh orang yang terserang penyakit liver, harus dihindarkan dari makan dan masakan berlemak atau yang digoreng. Pada saat yang sama, jika bisa hendaklah mengkonsumsi sedikit minyak zaitun mentah. Sebaiknya menghindari makanan yang manis-mabis, seperti cokelat dan krim yang mengandung banyak busa dan telur.

Penyebab Sakit Liver

Penyebab Sakit Liver

Penyebab Sakit Liver

Disarankan bagi penderita liver untuk mengkonsumsi biji-bijian dan buah-buahan selain buah pisang dan aprikot. Dan juga disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang berasal dari umbi-umbian yang dipanggang atau direbus saja.

Penyebab-penyebab sakit liver, antara lain :

  1. Pola hidup yang tak sehat. Tubuh dipaksa untuk bekerja keras sampai-sampai tidak memperhatikan asupan gizi.
  2. Pekerja malam atau orang yang sering begadang, rentan mengidap penyakit liver. Ini disebabkan secara biologis fungsi hatinya dipicu untuk bekerja lebih cepat sehingga detoksifikasi lebih tinggi. Akibatnya, kondisi tubuh mudah drop.
  3. Adanya infeksi virus atau bakteri.
  4. Kecanduan alkohol
  5. Efek samping obat-obatan tertentu yang merupakan racun bagi hati.
  6. Kelainan bawaan lahir
  7. Kelainan-kelainan dalam metabolisme tubuh
  8. Adanya trauma atau luka pada organ hati
  9. Kurang gizi
  10. Tidak memperhatikan kebersihan alat-alat makan dan minum.

Biopsi Liver

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui penyebab sakit liver adalah melakukan biopsi liver. Pada biopsi liver merupakan salah satu jenis prosedur dalam pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk beberapa jenis gangguan sakit liver, antara lain adalah :

  1. Sebagai evalusasi pada sakit liver yang akan menunjukkan suatu hasil lab yang tidak normal.
  2. Konfirmasi diagnostik dan juga pada prognosa
  3. Suspek neoplasma hati
  4. Diagnosa dari penyakit liver kolestatik.
  5. Evaluasi dari sakit liver granulomatous atau juga infiltratif.
  6. Follow up yang dilakukan pada transplantasi sakit liver untuk membantu mengevaluasi adanya suatu rejection.
  7. Evaluasi dari adanya suatu penyakit kuning atau jaundice yang tidak diketahui penyebab sakit liver atau juga pada suspek suatu reaksi obat.

Prosedur yang dilakukan pada teknik biopsi liver adalah :

  1. Pemeriksaan papda darah misalnya adalah protrombin time, darah rutin, clotting time
  2. Satu minggu sebelum biopsi, biasanya pasien tidak boleh mengonsumsi obat jenis NSAID atau jenis seperti aspirin dan ibuprofen, serta antikoagulan.
  3. 8 jam sebelum melakukan bipsi maka pasien tidak diizinkan untuk makan.

Teknik biopsi pemeriksaan pada sakit liver adalah :

  1. Posisi pasien yang tidur terletang tanpa menggunakan alas bantal, kemudian tangan kanan yang diangkat kesamping kepala.
  2. Setelah itu tungkai pada atas dan bawah kemudian ditekuk ke kiri untuk membantu memperluas intercostalis space.
  3. Lokasi dari biopsi harus disterilkan dengan cara menggunakan Betadine solution dan kemudian disuntikkan dengan anesteso lokal lidocaine 1% di kulit dan peritoneum parietal.
  4. Penggunaan jarum aspirasi atau biasanya adalah dengan menggunakan jarum 22 gauge, 90 mm dan kemudian dimasukkan ke bagian atas dari mulai iga yang bawah dengan kedalaman 1-2 cm. Dan suatu penentuan dari lokai biopsi aspirasi yang bisa dibantu dengan cara USG atau juga dengan CT scan untuk membantu mengetahui lebih cepat dari suatu kedalaman dan juga dari ukuran lesinya.
  5. Setelah jaruk aspirasi dikeluarkan, maka tekanlah dibagian tadi dan setelah itu diberikan plester yang adesif.
  6. Pasien yang diinstruksikan untuk berbaring ke arah sisi kanan paling tidak selama satu jam unutk mmebantu mencegah terjadinya berdarah atau masalah kebocoran empedu
  7. Kemudian follow up vital sign dalam waktu setiap selama 15 menit dalam satu jam pertama, dan setiap 30 menit sekali di jam kedua.
  8. Rasa nyeri setelah melakukan biopsi biasaya disebabkan karena adanya suatu iritasi yang terjadi dibagian otot diafragma, dan bisa diberikan dengan meggunakan obat anti nyeri, namun sebaiknya jangan berikan obat golongan NSAID jenis aspirin dan ibuprofen yang bisa membuat pembekuan darah menjadi berkurang.

Komplikasi Sakit Liver

Berbagai komplikasi yang terjadi dari biopsi liver adalah 2 jam pertama dan 24 jam setelah biopsi. Komplikasi yang terjadi beberapa diantaranya adalah :

  1. Nyeri yang terasa di peluritik, peritoneal, dan difragmatik
  2. Pendarahan yang terjadi di intraperitoneal, intra hepatric, hemobilia, bile peritonitis, bacterimia, abses, dan mengenai organ lainnya misalnya adalah paru, kantung empedu, ginjal serta usus besar
  3. Kematian

Cara mengatasi gejala sakit liver adalah dengan melakukan terapi tanpa obat. Terapi tanpa obat yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan diet seimbang, selain itu jumlah kalori yang dibutuhkan juga harus sesuai dengan tinggi badan si penderita, berat badan serta aktivitas yang dilakukannya. Untuk beberapa kondisi tertentu, maka diperlukan diet rendah asupan protein, banyak mengonsumsi makanan seperti sayuran dan buah-buahan serta dengan melakukan aktivitas seksual dan kemampuan untuk mencegah penyakit sembelit serta menerapkan pola hidup yang baik dan teratur. Melakukan konsultasi dengan dokter merupakan salah satu hal yang penting. Tujuan dari terapi diet ini dilakukan adalah menghindari terjadinya kerusakan hati permanen.

Penyebab Sakit Liver


=====================================

>>> Obat Sakit Liver Untuk Membantu Mengobati Sakit Liver dan Menyembuhkan Penyakit Liver. Menjaga Kesehatan Fungsi Liver atau Hati, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Sakit Liver and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *